Minggu, 11 Mei 2008

Kenangan Ku


Sebuah kenangan adalah pelacuran pikiran
Seperti daun tua yang kalah
Pada satu titik hujan yang tajam
lepas sudah usia

Batu dipinggir jalan bak cermin itu
Memantulkan tawa yang sombong
Ia tetap menjadi batu
Walau bayangnya di jalan yang lain

Diatas meja dekat radio
Kitab suci menjulurkan puisinya Sujudku sebentar lagi usai

Pendusta telah menangis

Benar-benar tersedu dan bukan bualan

Rintih? lebih dari penyesalan

Renungan adalah tilas kegalauan masa lalu

Terdampar dalam jurang

Terperosok dalam kelam

Terlempar jauh dan kembali jauh

Sendiri tertatih

Tak sendiripun merintih

Cahayamu telah datang

Dekatmu semakin jauhku

Tahukah kau, butaku tak bersinar

Isak senyum kemenangan

Tangis seberang pembunuhan

Ku berbaring dalam remang

Tak perlu tunggu dua abad tuk sadari itu

Akarmu selamatkan dari luka, sakit dan sandungan

Yakinlah kain lusuhmu akan kembali putih

Lenyapkan jika aku serupa noda

Larilah dalam damai pikirmu


Sabtu, 10 Mei 2008

Mengenangmu

Seandainya engkau tahu akan isi hati ku,pastilah engkau tidak akan pernah meninggalkan ku,apa salah ku,apa dosaku sehingga kau begitu tega hancurkan harapan dan cita-cita ku untuk memilikimu.
Bayangan gelap itulah yang terus mengingatkan mu seperti mimpi yang tiba-tiba mati.Sampai lumpuh tentang perih yang kau bayangkan sebagai ilusi hitam yang terus menghantui ku.
Ada puisi tercatat di langit biru.Ada daun-daun mengeluh disayat keringnya angin,cintapun hilang tenggelam ditelan maut.Rindu yang sekian lama berakar didalam hati,siapakah yang dapat menghilangkanya?Belum putus juga harapan merenung aku dalam kalbu.Menanti dalam waktu walau semua itu hanyalah mimpi semu.Berjalan aku memandang ke belakang dan aku hanya melihat jejak langkahku sendiri,tak ku temukan satupun yang lain dari diriku.Aku terus berjalan hingga bagian paling akhir.Jejak ku tak terlihat lagi,aku memang sendiri
Tak ada waktu yang sampai untuk membias mu jauh lalai.Hatimu selalu menyuara dalam pilu dalam teriakan mengartikan semua makna walau kini hanya bertemankan sepi.Daiam ku mengherankan,kesedihan dengan kata yang tak banyak bunyi dan terus meronta-ronta mencari segala cahaya yang kini terlihat redup.
Kau ada dimana,adakah kau menemani putri kesepian?Dengan tarian para peri dan nyanyian para kurcaci di dalam Puri Istana kebahagiaan.
Kau ada dimana,tidakkah kau tahu sang putri sangat kesepian,diam menanti dan menunggu kebahagiaan?
Lihat bunga-bunga itu!ingin sekali ku tidur di atas nya mencium aroma kesegaranya,meresap di dalam jiwa dan rgaku mendamaikan hatiku
Kau ada dimana,tidakkah kau ingin tahu apa yang ingin sang putri katakan pada mu?aku tak ingin membual diantara sekumpulan kumbang,tapi ku ingin.........ungkapkan padamu bahwa aku sangat merindukan mu....sayang
Ciptaan detik sudah kususuri,setiap langkah telah musnah,berangkulan semua,yang ada belum terjellajah,setiap lirikan mimpimelyang fikir,merebak tiada henti,terbesit ganjal izinkan harapan jadi nyata,dekat seolah sempurnah,biaskan lagi makna kesedihan meraja.Andai semua hilang tiada lagi sisa untuku,kini kau telah pergi tak kan ada lagi wajah manis mu di hadapan ku....untuk tiada kembali diwaktuku hingga ku tutup mata.Hati ini sungguh tak adil...
Ku nanti fajar datang dalam bayangan2 hitam dengan sebatang lilin yang menyala.Detik demi detik berdetak semakin lambat menderaku dalam pengharapan,didalam tangisnya sinar bulan.Tak sedetik pun suara berbisik hatiku kini resah,gundah tak terarah menanti dirimu kembali yang telah lama hilang dari pandanganku.Namun takakan pernah lenyap dari cintaku,bulan dan bintang saksi abadi penantianku ini.................
Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain,mungkin Tuhan tak ijinkan sekarang kau dan aku bahagia dan bersatu selamanya.Biarlah kusimpan sampai nanti.Aku kan ada disana...........Tenanglah dirimu dalam kedamaian,walau kini kau tak terlihat namun cintamu abadi....